ASSALAMU 'ALAIKUM
Minggu, 15 Februari 2009
case3
dg ssak napas &dmam tinggi.
R/ kontk dg unggas mti mdadak +.
VIRUS H5N1 yg mnyerang: lbh kuat.
Tk hnya d sel mukosa sj, tp all lung!
_______________
H5N1: vrus influenza tipe A dg antigen permukaan
Hemaglutinin5 & Neuraminidase1 yg mampu bmutasi,
mngubah Ag permukaanny tsb dg cpat,
shg sulit dhancurkn dg tpat.
Ksan: CANGGIH bgt..
_______________
Mau mengunduh mp3 edcoustic MUHASABAH CINTA
Rabu, 11 Februari 2009
mUHASABAH cINTA lEWAT kATA
| SMS 1 | SMS 2 | SMS 3 |
| Sbg dr. qt smua tau: Fisiologi mnusia seht. Dan tau mikrobiologi virus. Dtambah lg tau farmakologi obt yg mampu mnyembuhknny
SEHAT: hostny optiml, agenny mnimal | SAKIT: Hostny lemah, agenny biasa/lbh kuat.
Lemah fisik: jauh dr keluarg. Lmah iman: jauh dr ibadah => imunitas turun =>agen yg biasapun jd mdh mrusak tbuh
| VIRUS: cth agen penyakit. B’ukurn nanomtr dg mteri gnetik RNA/DNA, shg ia dpt breplikasi mmanfaatkn sel host.
Bl imunits lmah, bbagai wrna vrus lbh mdh mnyerang |
| SMS 4 | SMS 5 | SMS 6 |
| Konsp host-agen sdh qt ktaui. Cth caseI: O-> 17th kos d Plg, sjk 3hr bersin2. Kpala skt shg sulit tdur. Hdung b’air &gatal. Nb: cuaca sring hujan.
Case analys?
| ANALISS: Sweet17, khidupn kos &cuaca hjan mjd fktor yg mdukung O-> shg mderita C.cold akbt virus.
Inti: lmahny imun => vrus flu mdh bkembg => skt. | CaseII: Bl virus merah jambu yg mnyerang?
InsyAllah konsepny bgini: lmah iman (dg bbagai fktor) => virus mnyerang => skt. Targt: tdk cm sel hati yg rusak, tp...? |
| SMS 7 | SMS 8 | SMS 9 |
| Virus flu: mrusak sel mukosa hidung.
vrus m.jambu mrusak: - sel hati, yg lbh cnta mkhluk dbandng cnta Khalik - otot wjah yg mjd sring tsnyum dbanding bzikir - ...
| 1x lg, sbg dr. qt sdh tau mknisme peny & th/ny.
Obt antivrus kcil efektftasny. Ptus rntai pnyebarany dg PREVENTF: -tngkatkn imun dg iman -vaksinasi dg org sholeh
| Plz.. Up date niat qt & up grade iman qt. Bahaya virus merah jambu d Februari. MUHASABAH CINTAmu…
Visit my blog: buchanfikr.blogspot.com
|
Senin, 29 Desember 2008
Pe de ka te
Sudah penuhkah dompet kita? atau telah tinggikah ruang kerja kita?
.....
Tahu Qorun?
Konglomerat super kaya, sampe-sampe anak kunci (sekali lagi ”anak” kunci) nya dari emas, yang ia sendiri bingung harus dikantongi dimana!!!
Pernah denger Firaun?
Penguasa maha raya, sampe-sampe berani mengaku diri Tuhan (sekali lagi ”Tuhan”). Mengaku nabi saja, naudzubillah ributnya, apalagi mengaku Tuhan!!!
Muliakah mereka???
Dalam pandangan manusia: harta banyak, kedudukan tinggi dapat dibilang mulia, berharga dan sukses.
Coba lihat contoh berikut:
Petani membawa sapinya pulang ke kandang, bila kedua-duanya mati di jalan lalu dibawa ke pasar. Mana yang lebih berharga? Yang membawa atau yang dibawa?
Ada lagi... Setelah sampai di pasar, ada pencopet ingin mengambil kalung emas di leher ibu yang sedang menjinjing daging sapi tadi. Mana yang dimata copet lebih bernilai: kalung, daging atau ibunya?
Mudah kan jawabannya...
Intinya, yang namanya manusia itu tidak berharga, tidak mulia! Ia begitu hina. Lebih hina dan rendah lagi: manusia diciptakan Sang Pencipta dari tanah. Tempat di bumi yang paling bawah, selalu diinjak-injak.
Bahkan lebih rendah dari keset kaki. Benar tidak?
TAPI,
Kehinaan itu akan menjadi mulia bila ia dekat dengan pemilik segala Kemuliaan. Sekali lagi DEKAT dengan Yang Maha Mulia.
Jadi PDKT dong!
Gimana caranya??? Dalam Al Quran surat Al Imran ayat 112 Allah berfirman
“Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia...”
Atau bahasa kerennya HABLUMMINALLAH dan HABLUMMINANNAS...!
Jadi, PDKT-nya dengan ”pegangan” pada tangan Allah dan tangan-tangan baik manusia. Simpel kan??
Sekarang tinggal keISTIQOMAHan kita untuk tidak mencari ”pegangan” lain.
AJAIBNYA...
Sebelum tulisan ini Anda baca, dan sekarang muncul niat untuk kembali PDKT dengan Allah. Sebenarnya... apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (QS Al Baqarah :186).
Jadi, Ia yang sudah dekat, kenapa kita lupa untuk selalu mendekat.
Mari!
Sabtu, 03 Mei 2008
Ssssst… Jangan Ada Kusta diantara Kita
Oleh: Budi Santoso, S.Ked
Seorang pemuda berusia 30 tahun ‘berlari’ di koridor suatu bangsal Rumah Sakit Kundur dr. Rivai Abdullah Palembang. Ia ‘berlari’ diatas kursi rodanya setelah selesai menjalani rutinitas pagi, necrotomi dan pembersihan borok di telapak kaki kanannya. Diatas kursi roda, karena adanya deformitas (kelainan bentuk, red) pada jari-jari kakinya. Borok, karena hilangnya sensasi rasa pada kulit kakinya. Penyakit apa yang sebenarnya terjadi??.
Lepra, Morbus Hansen (MH) atau yang biasa dikenal dengan kusta. Nama penyakit yang telah disebutkan dalam Al Qur’an ini, masih banyak diderita di Indonesia, 1,57 per 10.000 penduduk. Kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang terutama menyerang saraf tepi, lalu kulit dan organ tubuh lain kecuali saraf pusat. Penularan terjadi dari penderita kusta yang tidak diobati ke orang lain melalui pernafasan atau kontak kulit yang lama. Jika pun telah ada kuman lepra pada tubuh seseorang, tidak berarti langsung timbul gejala-gejala penyakit kusta, karena banyak faktor yang akan mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut. Patogenitas kuman, keadaan sosial ekonomi dan lingkungan serta faktor genetik perlu dipertimbangkan.
Bagaimana sih, gejala penyakit kusta itu?
Ada tiga tanda utama penyakit kusta. Pertama, adanya kulit dengan bercak putih atau kemerahan disertai mati rasa. Kedua, penebalan saraf tepi yang juga disertai gangguan fungsi saraf berupa mati rasa, kelemahan/kelumpuhan pada otot tangan, kaki dan mata, kulit kering serta pertumbuhan rambut terganggu. Ketiga, pada pemeriksaan kerokan kulit didapatkan kuman M. leprae.
Terus… bila dijumpai tanda-tanda tersebut, apa yang harus dilakukan?
Segera konsultasikan dengan dokter atau datanglah ke puskesmas terdekat. Mengapa? Karena, semakin cepat didiagnosis suatu kusta, makin sedikit kemungkinan mengalami kecacatan seperti halnya pemuda 30 tahun diatas. Jika memang benar penyakit tersebut adalah kusta, maka akan diberi paket obat dalam kemasan blister yang harus dimakan sampai habis dan tetap terus kontrol ke puskesmas atau dokter. Rifampisin, DDS (diaminodifenil sulfon), Lampren sebagai Multi Drug Treatment (MDT) merupakan obat-obat untuk penyakit kusta yang diminum rutin selama 12 sampai 18 bulan. Insyaallah sembuh!
Lantas bagaimana nasib si pemuda diatas kursi rodanya tadi?
Ia masih dapat berlari, walau tak sekencang dahulu. Kedua kakinya masih tegak berdiri di bumi Allah, walau tak sekuat dahulu. Dan ia masih bersyukur kakinya masih ada, walau jemarinya saling berdekatan tak seperti dahulu.
Rehabilitasi, terapi tambahan yang mesti dijalani agar otot-ototnya tidak lemah, ditambah kekaryaan yang dapat menambah semangat hidup, agar diterima masyarakat tentunya.
Dengan borok dikakinya yang mungkin sukar sembuh. Lakukan perawatan luka. Setiap hari, luka yang menganga dibalut agar tetap bersih dan terhindar dari benturan. Yang paling penting, hindari penyebab luka. Karena kulit kaki yang mati rasa tidak akan tahu kalau duri ikan telah bersarang didalamnya seharian. Gunakan alas kaki yang cocok dengan bagian dalam yang lunak dan bagian luar/sol yang keras agar tidak mudah ditembus.
Dan. Yang tidak kalah penting… berdoa kepada Sang pemilik jiwa dan raga ini. Dialah Yang memberi penyakit dan Yang menyembuhkannya...
Selanjutnya, jangan ada kusta diantara kita lagi...
