ASSALAMU 'ALAIKUM

Mulailah dengan bismillahi rohmani rohim
Tampilkan postingan dengan label kemarau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemarau. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2009

datangnya ISLAM...

... membuat umat Muhammad saw berlari penuh motivasi, mengejar inovasi mengelola nikmat-nikmat Ilahi

maka gemuruhlah Makkah dan Madinah oleh lantunan takbir dan talbiyah,

ketika sunyi membungkam Roma dan Konstantinopel dalam kekakuan dogma

maka hangatlah diskusi-diskusi di Basrah dan Kuffah,

saat Genoa dan Venesia dihantui inkuisisi

maka bersinarlah perpustakaan Kairo,

ketika para dukun komat-kamit di kegelapan Lisabon

maka gemerlaplah Baghdad oleh lantunan ayat disemarak malam,

ketika Paris gulita sejak senja dalam takhyul dan mitos

maka gemericiklah air mancur Damaskus dalam kesucian thaharah

ketika para ‘bangsawan’ London menganggap mandi adalah aktivitas berbahaya

maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa dalam sajian kurma, yoghurt serta buah segar di balkon-balkon pualam Cordoba dan Granada

ketika Katherdal di Wina dan Bern menutup makan malam dengan pudding darah babi…

Jumat, 20 Maret 2009

Akhi, kita itu...

Sebaiknya punya:
:-) keyakinan kuat
:-) pikiran besar
:-) komitmen dahsyat
:-) ketulusan agung
:-) keberanian abadi
,,,

Senin, 29 Desember 2008

batu besar


BATU BESAR

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswanya. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata. ”Okay, sekarang waktunya untuk quiz.” Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Setelah itu, ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar kepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan kedalam ember. Ia bertanya pada kelas, ”Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”


Semua mahasiswa serentak berkata, ”Ya!”

Dosen kembali bertanya, “Sungguhkah demikian?”


Kemudian dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Dan sekali lagi ia bertanya pada kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

Kali ini mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, ”Mungkin tidak.”


”Bagus sekali”, sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas. ”Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

”Belum!” sahut seluruh kelas


Sekali lagi ia berkata, ”Bagus. Bagus sekali.” Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, ”Tahukah kalian apa maksud ilustrasi ini?”

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, ”Maksudnya adalah tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya”.


”Oh, bukan.” sahut dosen. Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari ilustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan ”batu besar” terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuannya.”

Apa yang dimaksud dengan ”batu besar” dalam hidup anda? Anak-anak anda; pasangan anda; pendidikan anda; hal-hal penting dalam hidup anda; mengajarkan sesuatu pada orang lain; melakukan pekerjaan yang kau cintai; ibadah anda; kesehatan anda; teman anda; atau semua yang berharga.


Ingatlah untuk selalu memasukkan ”batu besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri, ”Apakah ’batu besar’ dalam hidup saya?” lalu kerjakan itu pertama kali.

Rabu, 13 Agustus 2008

AGAR FUTUR TAK MAKIN MEWABAH

Sebuah buku yang ditulis oleh: Mahfuz Sidik, M.Si dan Musyaffa A. Rahman, Lc


Pendahuluan

Alhamdulillah, atas kehendak Allah swt., dakwah Islam terus memperluas orbit (mihwar) dakwahnya.

Perluasan orbit dakwah dari basis kader, lalu basis sosial kemudian basis politik.

Hal ini memunculkan konsekuensi besar yang harus diemban oleh gerakan dakwah dan kader-kadernya.

Sehingga dapat menimbulkan rangsangan dan perlawanan yang dapat mengakibatkan tergelincirnya kader dakwah. Misalnya muncul sikap futur dan insilakh.


Al Kahfi:28 " Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah metemu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan dunia…


Pengertian

Futur

  1. secara umum, kata futur menunjukkan kepada adanya satu perubahan dari kondisi semangat, kencang, kuat dan semacamnya menuju ke kondisi kebalikannya.

  2. disebut futur jika sebelumnya ada masa semangat, kencang, kuat. Artinya kalau semenjak awal sudah lemah dan tetap lemah sampai sekarang, itu bukan futur

  3. futur sendiri ada berbagai tingkatan

  4. penyebab futur bermacam-macam, bisa karena sakit, usia lanjut dll

  5. futur juga menunjukkan bahwa seseorang yang terkena futur, bisa jadi akan mengalami perubahan mendasar. Misalnya jika air panas, kalau sudah dingin, maka asapnya pun menghilang, tidak ada lagi bekas-bekasnya.


Insilakh

  1. Insilakh adalah proses pelepasan dari satu kondisi kepada kondisi lainnya. Misal: dari kondisi siang menjadi malam, dari memiliki kulit menjadi tidak memiliki sama sekali.

  2. pelepasan tersebut terjadi sedikit demi sedikit dan proses ini terus berlanjut.

  3. sesuatu yang terlepas tidak akan kembali lagi


Potret Kasus Futur Dalam Berbagai Dimensinya

Dimensi

Bentuk kasus futur

Aqidah

1. pergeseran orientasi hidup, yaitu kepada duniawi

2. melemahnya keyakinan akan rezeki dari Allah

3. melemahnya partisipasi dakwah karna sibuk urusan nafkah

Ibadah

1. melemahnya disiplin terhadap aktifitas ibadah harian

2. tidak efektifnya mutaba’ah (monitoring) amaliyah yaumiyah

3. melemahnya keikutsertaan program pembinaan ruhiyah

Fikrah

1. melemahnya semangat meningkatkan ilmu

2. penyimpangan pemikiram

Akhlaq

1. Pergeseran adab dalam berbicara

2. hubungan yang longgar ikhwan-akhwat

3. melemahnya sikap hormat terhadap qiyadah

Tarbiyah

1. melemahnya disiplin dalam liqo

2. rasa jenuh dan mandek dalam aktifitas tarbiyah

3. enggan menjadi murobbi

Tanzhimiyah

1. melemahnya semangat menyambut tugas dakwah

2. melemahnya kepercayaan terhadap qiyadah

3. menolak tugas-tugas struktural

Faktor Penyebab Dan Pemicu Futur Dan Insilakh

Faktor

Faktor penyebab

Faktor pemicu

Tarbiyah

a. lemahnya pengelolaan sarana tarbiyah

b. lemahnya tarbiyah dzatiyah

c. aktifitas tatsqif tidak lancar

d. tidak mau terlibat aktifitas pembinaan


Struktural

a. kader mengalami kelebihan tugas

b. komunikasi tidak terbangun dua arah

c. sibuk dalam urusan administrasi

d. aspirasi tidak terakomodir

a. mekanisme kontrol yang lemah

b. murobbi kurang menerima informasi perkembangan dakwah

c. terjebak dalam agenda permukaan

Kepemimpinan

a. para musyayikh jarang turun ke bawah

b. kualitas muwajih menurun

c. lemahnya qudwah dari jajaran qiyadiyin

a. kalangan masyayikh jarang hadir acara kader

b. kader lama tidak mendapat tugas dakwah

c. penokohan terhadap kader yang bermasalah

Iklim dakwah

a. terlalu dominan masalah politik

b. kering ruhiyah

c. sibuk pekerjaan diluar

d. kurangnya tantangan dakwah

a. murobbi tidak mampu memotivasi

b. aplikasi manhaj tarbiyah belum berjalan

c. komposisi anggota halaqoh yangtidak efektif

d. murobbi tidak tegas terhadap anggotanya

Pribadi kader

a. sikap senioritas

b. kecewa terhadap interaksi dengan ikhwah

c. tidak siap bermasyarakat

d. lemahnya jalinan ukhuwah

a. tidak menjalankan sanksi

b. kurang dewasa menghadapi masalah

c. sibuk di lembaga/wajihah

d. lemahnya budaya tausiyah

Keluarga

a. lemahnya dukungan suami terhadap istri

b. istri terpengaruh suami yang futur

c. istri/suami belum tarbiyah

d. sibuk urusan rumah tangga


Lingkungan

a. kondisi ma’isyah yang sulit

b. pengaruh keluarga besar

c. pengaruh lingkungan pekerjaan


Peta Gagasan Solusi Gejala Futur Dan Insilakh

Aspek

Rincian gagasan solusi

Struktural

Ø membentuk lembaga khusus yang menangani masalah pribadi kader

Ø penerapan konsep analisa jabatan untuk pos-pos organisasi

Ø memberikan perhatian kepada kader secara utuh

Ø penguatan fungsi kontrol dan bimbingan

Kepemimpinan

Ø penyadaran umum di semua jajaran qiyadah akan gejala futur

Ø meningkatkan peranan tokoh senior di tiap daerah

Ø up-grading kemampuan kerja mas’ulin

Ø pewarisan nilai fikrah dan manhaj kesemua kader initi dakwah

Tarbiyah

Ø pemberian materi life skill

Ø proses tarbiyah perlu pengokohan sisi hubungan dengan Allah

Ø penguatan program tarbiyah dzatiyah

Ø melengkapi sarana dan media tarbiyah

Iklim dakwah

Ø mekanisme silaturahim diperkuat

Ø optimalisasi pendayagunaan akhwat

Ø ketegasan dan kejelasan penerapan hukum

Personil

Ø penyeimbangan jumlah kader antara daerah padat dan minim

Ø perlu program yang merangsang kader dinamis dan kreatif